DIGITALISASI PARIWISATA KEBUN RAYA PURWODADI DENGAN PEMBAYARAN TRANSAKSI DIGITAL QRIS
Penduduk
Indonesia pada tahun 2020 didominasi oleh generasi Z dan milenial dengan jumlah
penduduk generasi Z yang lahir pada tahun 1997-2012 mencapai 74,93 juta jiwa
atau 27,94% dari total populasi. Penduduk generasi milenial yang lahir pada
tahun 1981-1996 mencapai 69,38 juta jiwa atau 25,87% dari total populasi dan
sisanya adalah penduduk generasi X yang lahir pada tahun 1965-1980 dengan
persentase 21,88%, generasi baby boomer yang lahir pada tahun 1946-1980
dengan persentase 11,56% serta generasi post-gen Z yang lahir tahun 2013
ke atas dengan persentase 10,88% dan generasi pre-boomer dengan
presentase 1,87%.
Bagi para
milenial, generasi Z dan post-gen Z pasti sudah tidak asing lagi dengan
kehidupan yang serba digital salah satunya adalah pembayaran non tunai melalui
pembayaran QRIS. Tetapi bagaimana dengan 35,31% penduduk Indonesia diluar
ketiga generasi tersebut? Betul, perlu diberikan edukasi dan kampanye mengenai
pembayaran QRIS. Dikutip dari website Bank Indonesia, QRIS atau Quick
Response Code Indonesian Standard merupakan penyatuan berbagai macam QR
dari berbagai Penyelenggaran Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.
QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia
supaya proses transaksi dengan QR Code dapat dilakukan lebih mudah, cepat dan
terjaga keamanannya. Dengan QRIS, seluruh aplikasi dari penyelenggara manapun
baik bank maunpun non bank yang digunakan oleh masyarakat dapat digunakan di
seluruh toko, parkir, donasi, bahkan tiket wisata sekalipun yang berlogo QRIS.
Kebun Raya
Purwodadi, berlokasi di Kabupaten Pasuruan sebagai obyek dan daya tarik wisata
edukasi pun telah menerapkan pembayaran non tunai dengan pembayaran QRIS. Keren
sekali bukan? Hal ini dilakukan sebagai bentuk Tatanan Kehidupan Era Baru dan
digitalisasi pariwisata berbasis QRIS bagi tempat wisata. Digitalisasi
pariwisata dengan pembayaran QRIS telah diterapkan pengelola Kebun Raya
Purwodadi mulai dari pembayaran tiket masuk dan biaya parkir, resto, pembayaran
belanjaan, penyewaan sepeda dan kendaraan lainnya. Penerapan pembayaran dengan
QRIS digalakkan oleh pengelola Kebun Raya Purwodadi sebagai bentuk keseriusan
untuk meyakinkan para wisatawan bahwa berkunjung ke tempat wisata di masa
pandemi aman.
Pembayaran
non tunai dengan menggunakan QRIS pun sebagai salah satu syarat penerapan
protokol kesehatan COVID-19 sehingga wisatawan yang satu dengan yang lainnya
tidak akan mengalami sentuhan secara tidak langsung melalui pembayaran tunai
atau menyerahkan uang kepada petugas. Tentu saja, wisatawan akan merasa sangat
aman karena tidak perlu membawa uang tunai yang lebih banyak dan meminimalisir
sentuhan. Digalakkannya QRIS di Kebun Raya Purwodadi dapat menjadi salah satu
cara untuk membangkitkan pariwisata edukasi ini kepada masyarakat serta
mengenalkan lebih jauh mengenai pembayaran digital melalui pembayaran QRIS.
Berlakunya
pembayaran QRIS di Kebun Raya Purwodadi dinilai lebih praktis karena dapat meminimalisir
kebocoran pendapatan dari retribusi tiket masuk yang biasa terjadi apabila
dilakukan dengan pembayaran secara tunai dan dapat mempermudah pemantauan
pencatatan transaksi oleh pihak pengelola wisata. Sehingga wisatawan tak perlu
lagi mengeluh dibelakang petugas karena disambut dengan pembayaran tiket masuk
serta parkir yang sangat mahal. Bagi para milenial, gen Z dan post-gen Z
hal ini merupakan angin segar dimana sebagian besar dari mereka biasanya tidak
membawa banyak uang tunai dan biasa bertransaksi secara digital. Mereka tidak
perlu susah-susah lagi untuk mencari ATM terdekat untuk menarik sejumlah uang
tunai karena semua dapat dilakukan dalam satu genggaman mereka saat berwisata
di Kebun Raya Purwodadi. Eits, tapi jangan lupa cek saldo kalian juga ya.
Kemunculan
QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard benar-benar membantu
pengelola wisata, pedagang, wisatawan dan masyarakat dalam bertransaksi menjadi
lebih CeMuMuAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, Handal). CeMuMuAH benar-benar slogan
para milenal, gen Z dan post-gen Z yang menginginkan segalanya harus
hadir sekejap mata didepannya tak terkecuali dalam pembayaran kunjungan wisata
di Kebun Raya Purwodadi. Pembayaran dengan QRIS pun diharapkan sebagai pemompa
pariwisata di Tatanan Kehidupan Era Baru yang mendukung penerapan protokol
kesehatan cleanliness, healthy, safety dan environmental
sustainability (CHSE) karena dapat meminimalkan kontak fisik dalam
bertransaksi.
Implementasi
digitalisasi pariwisata di Kebun Raya Purwodadi sebagai langkah awal dalam
perluasan implementasi pembayaran non tunai dengan QRIS dan solusi kebangkitan
kembali sektor pariwisata di tengah pandemi COVID-19 karena meminimalkan kontak
fisik dalam melakukan transaksi. Perluasan pembayaran QRIS perlu didukung
dengan adanya sosialisasi dan kampanye oleh berbagai pihak penyelenggara kepada
masyarakat terutama 35,31% dari total populasi masyarakat Indonesia. Salah satu
sosialisasi dan kampanye penggunaan pembayaran QRIS dilakukan oleh Kantor
Perwakilan Bank Indonesia Kediri melalui event yang digelar yaitu “Festival
Ekonomi & Keuangan Digital Kediri” atau lebih mudahnya disebut dengan FEKDI
Kediri. Adanya event ini diharapkan dapat memperluas jangkauan untuk
memperkenalkan produk dari Bank Indonesia yaitu pembayaran dengan menggunakan
QRIS sebagai bentuk perwujudan visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025.
Sumber :
https://www.bi.go.id/QRIS/default.aspx#:~:text=Quick%20Response%20Code%20Indonesian%20Standard%20(QRIS)%20adalah%20standarisasi%20pembayaran%20menggunakan,%2C%20cepat%2C%20dan%20terjaga%20keamanannya.
https://katadata.co.id/ariayudhistira/infografik/6014cb89a6eb7/indonesia-didominasi-milenial-dan-generasi-z
https://jatengprov.go.id/beritadaerah/berwisata-dan-belanja-nontunai-dengan-qris/
Komentar
Posting Komentar