BATIK LESOENG KONTEMPORER BATIK PONOROGO
BATIK LESOENG KONTEMPORER
BATIK PONOROGO
disusun oleh :
Adila Retno Pratiwi (03/ XI APk 1)
SMK NEGERI 1 PONOROGO
Sekretariat
: Jl. Jendral Sudirman No.10 Kode Pos 63416
Telp.(0352)
481293 Fax. (0352) 462663 Ponorogo
TAHUN
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Ponorogo tak hanya terkenal dengan kesenian Reognya
namun juga batik dengan corak khasnya itu sendiri. Perkembangan batik di
Ponorogo tak lepas dari kisah hidup Bathoro Katong. Raden Bathoro Katong atau
Radon Katong inilah yang membawa ajaran agama Islam sekaligus mengajarkan seni
batik di daerah Ponorogo. Selain itu, juga Kyai Hasan Besari menantu raja
keraton Solo yang mempunyai peran besar dalam penyebaran seni batik di
Ponorogo.
Batik Ponorogo sempat tenggelam dan musnah dari
pasaran setelah masa kejayaannya pada era 1960-an. Hal ini diakibatkan, karena
semua Kabupaten di Jawa Timur memunculkan atau memproduksi batik dengan corak
yang hampir mirip dengan batik khas Ponorogo dan kalangan muda yang enggan
untuk belajar maupun berlatih membatik.
Sejak UNESCO menetapkan batik sebagai warisan dunia
asli Indonesia, ini merupakan angin segar bagi pembatik pembatik di daearah
Ponorogo yang sudah lama vacum. Inilah yang membuat business man muda yang
akrab dipanggil Soni yang bertekad mendirikan “BATIK LESOENG” pada tahun 2009
untuk membangkitkan kembali batik di Ponorogo dan mengulang sejarah atas
kejayaan emas batik Ponorogo abad 20-an silam. Batik Ponorogo adalah warisan
emas dari leluhur yang harus dipertahankan untuk kepentingan bersama.
B.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan
latar belakang diatas dan agar penulisan makalh ini teratur dan terarah, maka
penting untuk dirumuskan dalam rumusan-rumusan berikut ini:
1.
Apakah yang
dimaksud dengan batik?
2.
Apa saja ciri
khas batik Ponorogo?
3.
Bagaimana
cara/tekhnik membuat batik?
4.
Apa
karakteristik batik lesoeng itu?
5.
Bagaimana bentuk
implementasi masyarakat terhadap batik?
C.
TUJUAN PENULISAN
Penulisan makalh
ini untuk menguraikan tentang batik dan agar pembaca maupun masyarakat luas
mencintai dan bangga dengan batik itu sendiri.
BAB II
PEMBAHASAN
Pada bagian ini, akan
dikemukakan hasil pembahasan yang berkaitan dengan rumusan masalah pada BAB I. Pembahasan
yang dikemukakan bersifat hasil kajian bacaan berikut dieksplorasi untuk
mengungkapakan hal-hal penting.
A.
PENGERTIAN BATIK
Batik merupakan
warisan budaya Indonesia yang mempunyai nilai dan perpaduan seni yang tinggi,
memliki makna filosofis dan simbol penuh makna yang memperlihatkan cara
berpikir masyarakat yang membuatnya. Batik adalah kerajinan yang telah menjadi
bagian hidup masyarakat Indonesia sejak dahulu kala. Ketrampilan membatik
membuka mata pekerjaan bagi kaum wanita Jawa hingga ditemukannya batik cap yang
memungkinkan kaum adam untuk melakukan pekerjaan membatik ini.
Secara Etimologi, kata
batik berasal dari gabungan 2 kata bahasa jawa, yakni : “amba” yang berarti
menulis dan “titik” yang berarti titik atau disimbolkan dengan ‘.’. Berikut
adalah definisi batik menurut beberapa pendapat:
·
K. Kuswadji è Batik berasal dari Bahasa Jawa, yaitu “mbatik” yang
terdiri dari 2 kata yaitu “mbat” yang berarti melemparkan dan “tik” yang
berarti titik. Kata “mbatik” menurut K. Kuswadji diartikan sebagai melemparkan
titik berkali kali di selembar kain.
·
Soedjoko è Batik berasal dari Bahasa Sunda, yang berarti menyungging
pada kain dengan proses pencelupan.
·
Yudoseputro è Batik adalah gambar yang ditulis pada kain dengan
mempergunakan malam sebagai media dan penutup kain batik.
B.
CIRI KHAS BATIK
PONOROGO
Batik Ponorogo terbagi
menjadi dua, yaitu batik klasik Ponorogo dan Batik Kontemporer Ponorogo. Batik
klasik Ponorogo memiliki warna yang gelap dengan menggunakan motif flora fauna
yang ada di bumi. Motif motif itu adalah latar ireng reog, sekar jagad, djarot
asem, klitik, dll. Batik Ponorogo juga ada yang bermotif merak yang didapat
dari kesenian reog yang menjadi ikon kesenian di Ponorogo ini, motifnya adalah
merak tarung, merak romantis, dan batik reog. Sedangkan untuk batik kontemporer
memiliki motif abstrak dan warna yang berwarna warni. Salah satu batik
ontemporer yang terkenal di Ponorogo adalah Batik Lesoeng. Batik Lesoeng adalah
batik yang memberikan kesan yang berbeda agar lebih menarik minat pembeli. Hal tersebut
dikarenakan pada awal penciptaannya batik ini terinspirasi dari kesenian reog
Ponorogo yang sering menggunakan warna burung merak. Yang menjadi keistimewaan
dari batik ini adalah motif yang dihasilkan tidak ada yang sama persis. Batik
Lesoeng merupakan batik asli Ponorogo yang akan membangun kejayaan batik
Ponorogo lagi.
C.
TEKHNIK
PEMBUATAN BATIK
Untuk membuat batik maka kita perlu
menyiapakan alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat batik, yaitu : kain
mori, pensil untuk membuat pola batik, canting, lilin atau malam, panci dan
kompor kecil untuk memanaskan malam. Berikut adalah cara pembuatan atau tekhnik
membatik :
1. Pemotongan kain mori sebagai dengan
kebutuhan
2. Mengetel yaitu menghilangkan kanji
pada kain mori dengan cara membasahi mori dengan larutan minyak kacang, soda
abu, tipol, dan air secukupnya. Lalu mori diuleni dan dijemur.
3. Setelah kain mori kering lalu
menggambar desain batik langsung pada kain menggunakan pensil.
4. Jika sudah selesai menggamabar
desain batik di kain mori maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah
mencanting pada kain yang telah di desain.
5. Setelah malam/lilin kering maka
saatnya untuk memberi warna pada kain tersebut.
6. Dan yang terakhir adalah nglorod,
yaitu kain yang telah diberi warna terlebih dahulu diberi perekat atau
waterglass agar saat kain di nglorod warna pada kain tidak luntur. Lalu, kain direbus
untuk menghilangkan lapisan malam.
Itu adalah tekhnik membatik yang dapat saya tulis
untuk pembaca ketahui.
D. KARAKTERISTIK BATIK LESOENG
Seperti yang telah saya jelaskan
pada ciri khas batik Ponorogo diatas. Karakteristik Batik Lesoeng asli Ponorogo
tidak jauh berbeda dengan yang saya jelaskan diatas yaitu Batik Lesoeng
memiliki corak yang abstrak sehingga sulit untuk ditiru perajin perain batik
lainnya. Garis pada Batik Lesoeng adalah bergelombang. Sedangkan, untuk warna
dari batik ini diambil dari Reog Ponorogo yang dikenal dengan kecerahannya.
Yang unik dari Batik lesoeng ini adalah perajin membuat baju kemejanya terlebih
dahulu sebelum diwarnai atau dilukis. Jadi, inilah yang membuat nilai jual
Batik Lesoeng khas Ponorogo melambung tinggi di pasaran. Batik Lesoeng sudah
terkenal di Ponorogo sejak 5 tahun lalu namun baru terkenal di Jakarta pada
akhir-akhir ini.
E. IMPLEMENTASI MASYARAKAT TERHADAP
BATIK
Persepsi atau implementasi
masyarakat terhadap batik kontemporer Ponorogo atau yang akrab disebut dengan
Batik Lesoeng tidak terlepas dari citra batik lesoeng itu sendiri. Oleh karena
itu, penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap batik lesoeng ini penting
dilakukan. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah masyarakat
mengetahui apakah batik lesoeng itu. Persepsi penelitian ini juga diartikan
untuk memberikan kesan kesan mereka terhadap batik lesoeng itu sendiri.
Persepsi atau implementasi masyarakat inilah yang bisa dibuat semangat untuk
perajin batik lesoeng sendiri. Jika kesan masyarakat bagus maka lebih
ditingkatkan lagi dalam pembuatan batik lesoeng itu, dan jika kesan mereka
kurang maka inilah yang menjadi PR untuk para perajin batik Lesoeng untuk
meningkatkan hasil kerja mereka agar menciptakan batik Lesoeng leboh bagus dan
dikenal masyarakat luas dan Ponorogo menjadi terkenal dengan adanya Batik
Lesoeng ini.



Komentar
Posting Komentar